oleh

Stiker “Keluarga Tidak Mampu Penerima PKH” Mulai Ditempelkan Di Aceh Utara

Aceh Utara, Nanggroe.net | Muspika Bersama pendamping Program Pendamping Keluarga Harapan (PKH) melakukan penempelan stiker Sebanyak 1.876 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis, (06/02).

Hal ini dilakukan kerena adanya peluncuran secara simbolis oleh pihak Muspika setempat untuk menempelkan Stiker bertuliskan “Keluarga Tidak Mampu Penerima Bantuan PKH” di dinding rumah penerima.

Pendamping PKH Kecamatan Tanah Luas Mira Sulfiana, ST mengatakan, Penempelan stiker ini diadakan di mulai dari Gampong Jeumpa.

“Ya ada 100 Rumah KPM PKH yang dipasang stiker secara simbolis pada hari ini”. ujarnya

Setelah peluncuran penempelan stiker oleh pihak Muspika hari ini, maka pihaknya akan melanjutkan penempelan selanjutnya ke seluruh rumah keluarga penerima PKH yang ada di Kecamatan Tanah.

“Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi kepada KPM oleh Muspika dan Koordinator PKH Aceh Utara, setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan stiker yang dilakukan secara simbolis oleh Camat Tanah Luas, Kapolsek Tanah Luas, Danramil 10/Tanah Luas dan Pendamping PKH setempat”. Imbuhnya

Koordinator PKH Kabupaten Aceh Utara Jafriadi, A.Md mengatakan, adapun tujuan pemasangan stiker PKH itu merupakan bentuk transparansi dan bagian dari monitoring serta evaluasi oleh pelaksana program PKH. “Agar data penerima PKH dapat diketahui oleh seluruh masyarakat”. Jelasnya

Sementara itu, Kapolsek Tanah Luas Ipda Yose Rizaldi mengatakan, bahwa pemasangan akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh Desa dalam Kecamatan Tanah Luas.

Yose Rizaldi juga berharap dengan telah ditempelnya stiker bagi penerima PKH ini, tidak ada lagi kecemburuan dari masyarakat serta tudingan bahwa PKH tidak tepat sasaran.

“Harapan kita masyarakat yang rumahnya benar-benar menerima bantuan tersebut dapat menerima kegiatan ini sesuai dengan kesepakatan bersama. Bagi masyarakat yang tidak menerima kesepakatan tersebut, kita berikan Surat Pernyataan dan dapat dikeluarkan dari KPM dan tidak akan menerima lagi bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Salah satu warga yang rumahnya dipasang stiker, Marwati (45), menyatakan bahwa tidak keberatan dengan stiker yang ditempel itu karena memang benar ia miskin dan layak menerima bantuan.

“Saya sama sekali tidak keberatan, karena memang begitulah adanya kondisi keluarga saya”. Tutur penerima PKH.

(Laporan Haikal)

Komentar

News Feed