oleh

HRD Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan Di Bireuen

Nanggroe.net. Bireuen, Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKB melakukan sosialisasi empat pilar kepada masyarakat Kecamatan Jeunieb. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor HRD Center yang beralamat di Gampong Meunasah Keude Jeunieb Kabupaten Bireuen.

Dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, HRD berpesan tentang pentingnya generasi muda membentengi diri dari pengaruh buruk. “Saat ini radikalisme dan terorisme menjadi ancaman bangsa. Jika tidak dibentengi, masyarakat akan mudah terpapar paham radikalisme,” kata HRD, Sabtu (8/2/2020).

Di hadapan puluhan peserta, anggota Komisi V DPR RI ini menjelaskan, empat pilar kebangsaan itu meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. “Seluruh komponen bangsa wajib mengetahui empat pilar ini,” kata politisi asal Bireuen.

Bupati Bireuen 2012-2017 ini kemudian menjabarkan peran dari setiap pilar. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, UUD 1945 yang merupakan ketetapan MPR adalah konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan negara.

Menurut HRD, “empat pilar bisa menjadi dasar dalam menjaga toleransi. Keberagaman merupakan hal yang wajar. Sehingga perlu disyukuri sebagai karunia besar bagi bangsa ini, dalam paparannya

Mantan elit GAM ini mengakui, banyak pihak ingin memecah belah NKRI. Pihak yang tidak suka dengan keutuhan bangsa, berusaha memecah belah dengan membawa isu SARA. “Upaya memecah belah tidak hanya antar ummat beragama. Tapi juga umat satu agama dengan membawa isu perbedaan mazhab,” ingat HRD.

Sebab itu, agar tidak terjebak dalam perpecahan akibat isu SARA, setiap komponen bangsa perlu dikuatkan pemahamannya pada empat pilar kebangsaan. “Kita harus memahami bahwa negara ini dibangun dengan keberagaman. Karena itu yang dikedepankan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan golongan tertentu,” tutup HRD.

(FJ)

Komentar

News Feed