oleh

Bem Fisip Unimal : Pemerintah Aceh Tak Peduli Lingkungan

Nanggroe.net, Lhokseumawe | Banjir di sejumlah daerah di Provinsi Aceh adalah dampak krisis ekologi, Hal itu disampaikan Beni Murdani Sekjend Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Malikullsaleh (Bem Fisip Unimal).

“Ini semakin jelas bahwa kedepan kita akan di hadapkan pada persoalan lingkungan, ekosistem dan kelestarian alam, dimana ketika manusia semakin serakah menjamah hutan maka akan semakin banyak pula ancaman yang di timbulkan,” pungkasnya

Menurutnya, banjir melanda Aceh sudah terjadi lima tahun terakhir beberapa daerah harus merelakan rumah mereka di rendam genangan air, persoalan ini tentunya harus segera di atasi oleh otoritas terkait agar nanti nya tidak membawa bahaya yang lebih parah ungkap mahasiwa unimal tersebut.

Baca Juga : Quo Vadis Simpang KKA

“Pemerintah harus lebih peduli terhadap keberlangsungan hidup orang banyak, karena banyak kerusakan lingkungan hidup dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,’ tandasnya

Hubungan manusia dengan Alam adalah rahmat yang harus di syukuri. Bagaimana tidak, dikarenakan kebanyakan populasi manusia menggantungkan hidup nya pada alam. Tentunya alam yang lestari akan membawa dampak positif dalam rangka menyanggupi hajat hidup orang banyak.

Baca Juga : Mahasiswa KKN-BK Unimal Adakan ‘Ramadhan Berbagi’ Di Gampong Panggoi

Sedangkan Alam yang rusak akan lebih banyak membawa bencana dan mengancam hidup orang banyak, Karena rakyat kita kedepan akan di hadapkan pada persoalan gagal panen yang di sebabkan oleh kemarau panjang saja akan tetapi juga di sebabkan oleh banjir bandang yang bisa saja tiba tiba melanda setiap saat.

Beni mencontohkan, saat ini beberapa Kabupaten/Kota di Aceh terendap oleh banjir yang di sebabkan oleh hujan deras serta dangkal nya Aliran sungai. Beberapa kabupaten tersebut yakni Aceh barat, Nagan Raya, Ace Singkil dan Pidie Jaya.

“Walaupun tidak ada korban jiwa, banjir yang menggenang beberapa daerah menyebabkan arus transportasi masyarakat terganggu oleh genangan air dan tanah longsor, apa lagi masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya

Ia berharap, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan terkait pelestaria dalam pengolaan lingkungan hidup, jika tidak maka persoalan krisis ekologi ini akan menjadi persoalan yang berat nanti nya.

“Yang terpenting pemerintah harus menjadi pelindung masyarakat, tindak dan hukum bagi pelaku perusak lentari lingkungan selama ini yang menjadi sumber banjir ini terjadi,” Tutup Sekjend Bem Fisip Beni Murdani.

Komentar

News Feed