oleh

Berkata Takut Dengan Covid-19 Atau Takut Dengan Allah SWT

Nanggroe.net | Lhokseumawe – Dua puluh dua tahun yang lalu, disebuah kajian Kitab Minhajul Abidin,

Barangsiapa yang takut dan tunduk hanya kepada Allah, maka selain Allah akan takut dan tunduk kepadanya. Maka, sudah seyogyanya seorang mukmin yang melakukan pendakian ke jalan menuju Allah, hatinya lepas dari ikatan dan kaitan apapun selain Allah

Itu dua puluh dua tahun yang lalu. Saya mendengar langsung dari seorang ulama. Lalu pada tahun berikutnya saya mendengar sekaligus ijazah doa ini,

Orang yang istiqomah membaca doa ini tiga kali setiap pagi dan sore hari maka tidak ada suatu apapun yang menjadikan kerusakan, keburukan atau madhorot baginya. Dan jika dibaca tiap kali mau makan dan minum maka apapun yang ada dalam makanan dan minuman itu akan di tundukkan oleh Allah. Apakah itu virus, bakteri dan bahkan racun yang ada pada makanan dan minuman itu akan tunduk. Akan mati. Bacalah ini. Dan jangan pernah di tinggalkan

‎بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم
Dengan nama Allah yang tidak ada yang dapat mencelakai bersama nama-Nya apapun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Alhamdulillah, sejak itu, dua puluh tahun lebih, saya istiqomah membaca wirid atau dzikir itu. Tak pernah lalai sekalipun.

Dan kita tahu saat ini, dunia dilanda pagebluk atau wabah Corona yang membuat seluruh dunia siaga. Penduduk dunia panik. Nyaris menghilangkan nalar sehat sebagian orang.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus wabah Corona, semua negara member lakukan lockdown. Semua aktivitas publik di batasi. Sekolah, masjid dan layanan umum lainnya. Di beberapa negara sholat jumat di tiadakan. Mereka dianjurkan sholat di rumah. Bahkan ka’bah pun di tutup. Benar-benar sebuah kepanikan yang luar biasa. Melawan makhluk yang tidak nampak kasat mata memang susah.

Lalu, muncul perkataan sebagian orang.

“Kenapa harus takut sama makhluk? Takut itu hanya pada Allah. Ini sungguh keterlaluan. Sampai sholat jumat di tiadakan. Ayo, kembali ke masjid. Sholat jumat lagi. Ini syirik. Umat islam itu hanya takut pada Allah. Bukan pada makhluk”

Benarkah ucapan seperti ini?

Ucapan yang paling benar adalah ucapan Rosulallah ﷺ. Jika bener-bener mengikuti sunnah Rosulallah ﷺ maka beliau sendiri yang melarang satu penduduk untuk keluar dari wilayah yang terkena wabah. Juga melarang untuk masuk ke wilayah yang terkena wabah tersebut. Padahal, ini di perintahkan oleh seseorang yang paling takut dan dekat dengan Allah, yaitu Rosulallah ﷺ.

Ketakwaan dan ketundukan seorang muslim tidak lantas meniadakan hal-hal yang bersifat logis. Langkah langkah preventif adalah prioritas dalam islam.

Fiqh aulawiyaat (fiqh prioritas) adalah ciri utama dari seluruh ajaran islam. Wudhu dengan segala syarat dan rukun nya di dalamnya mengandung fiqh aulawiyaat. Pun juga dalam sholat. Ada rahasia yang mengandung tindakan preventif.

Keterangan dalam kitab minhajul abidin itu benar. Dan ijazah dzikir itu juga bener. Tapi itu tidak bisa berlaku bagi semua orang. Karena kedudukan ruhani yang bersifat transenden bagi setiap orang berbeda.

Apalagi hanya baca sekali dua kali lantas minum racun. Lalu berharap racun itu mati hanya dengan bacaan itu. Jangankan itu. Saya yang sudah dua puluh tahun baca dzikir itu juga gak berani minum air yang beracun kok.

Penulis : Rizki Maulizar (Ketua Umum PD IPM Lhokseumawe, Mahasiswa Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah IAIN Lhokseumawe)

Komentar

News Feed