oleh

Warga Konsul Minta Masuk PKH, Geuchik Ampeh ” Menye Jeut, Syara kuh Ile Ku Peutameng”

Nanggroe.net, Aceh Utara | Kepala Desa (Gechik) seharusnya menjadi pengayom bagi warga, Namun, berbeda dengan Geuchik Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas diduga telah menuturkan bahasa yang tidak pantas di saat warga meminta dirinya untuk didata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Hal itu diutarakan oleh salah satu warga Gampong Ampeh saat dirinya meminta kepada Gechik untuk memasukan dirinya sebagai penerima PKH karna anaknya lagi dalam keadaan sakit.

“Pernah loen tanyoeng sama pak geuchik neboh loen sidroe dalam PKH, Hana sayang aneuk loen dirumoh saket, Jawaban Geuchik Koen Urusan loen nyan, menyoe jeut loen boh, kuboh syara dro kuh ilee”.

Artinya “pernah saya tanya sama pak kades, tolong masukan saya dalam penerima PKH, apa bapak tidak sayang anak saya dirumah lagi sakit. Jawaban pak kades, bukan urusan saya itu, kalau bisa saya masukan pasti saya masukan saudara saya dulu”, ucapnya dikutip melalui salah satu WhatsApp dengan bahasa daerah.

Baca Juga : Pengurus PPDI Aceh Utara Mengadu ke YARA, Soal Perbup pemotongan Siltap Aparatur Gampong

Geuchik Gampong ampeh Dahlan saat di konfirmasi mengatakan, “PKH tidak ada urusan sama Geuchik, seharusnya yang bersangkutan pergi ke Kecamatan jumpai pendamping PKH, karna banyak warga tidak percaya jadi susah”.

Terkait penutur bahasa tidak pantas, Ia menambahkan, “Capek dibilang tidak mengerti PKH tidak berurusan dengan Geuchik tapi tidak percaya, iya begitu masyarakat bagaimana pun cara tetap salah Geuchik” ucapnya

“Kahek tapeugah hana meurusan ngon Geuchik PKH, Han dilop lam utak jih kiban cara imita ilah beu salah Geuchik nyanban masyarakat Aceh jino” Ucapnya dengan bahasa daerah melalui Via WhatsApp.(27/1/2021).Rabu

Komentar

News Feed